"KPK sudah terima laporannya tahun 2014 tapi sekarang sedang diproses ke tambahan berita negara. Kalau sudah keluar, baru bisa diunggah," kata Pahala ketika dikonfirmasi, di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (18/3).
Pada tahun tersebut, Fadli berhasil melenggang ke Senayan. Pada awal masa sidang, ia didaulat menjadi Wakil Ketua DPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengintip Kekayaan Petinggi Senayan |
Namun, ketika ditilik ke laman resmi KPK, LHKPN terbaru milik Ade tidak dapat ditemukan. LHKPN politikus Partai Golkar itu tercatat diperbarui 15 tahun silam.
Sementara itu, sebanyak 64.275 atau sekitar 28,84 persen legislator belum menyerahkan LHKPN. Untuk pejabat yudikatif, sebanyak 1.547 belum menyerahkan daftar harta kekayaannya. Hal serupa dilakukan oleh 5.475 pejabat BUMN dan BUMD.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, program LHKPN online yang digagas lembaganya akan mulai berjalan akhir tahun ini. Para pejabat yang diwajibkan melapor dapat mengisi data harta miliknya dari rumah.
"LHKPN online akan mulai paling tidak akhir tahun ini atau awal tahun depan," kata Saut ketika dihubungi, siang tadi.
Pakar hukum pidana ini menambahkan, bukti-bukti dari LHKPN bisa diunggah langsung oleh para pejabat. Selanjutnya, staf lembaga antirasuah akan memverifikasi jika ditemukan kejanggalan.
"Setelah diupload, staf KPK akan melakukan proses verifikasi jika ditemukan beberapa kejanggalan," katanya.
Laode berharap dengan program ini maka pejabat tak lagi bisa mangkir menunaikan kewajibannya seperti tertuang dalam UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.