Operasi Tinombala Aktif Hingga Santoso Tertangkap

Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Senin, 21/03/2016 18:45 WIB
Operasi Tinombala Aktif Hingga Santoso Tertangkap Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan operasi Tinombala akan tetap ada selama Abu Wardah alias Santoso belum tertangkap. (CNN Indonesia/Rosmyati Dewi Kandi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti menegaskan bahwa Operasi Tinombala akan terus berjalan meski mendapat kritikan dari pihak lain.

"Yang lebih tahu di lapangan, situasinya, serta apa alasannya untuk diteruskan, " kata Badrodin ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (21/3).

Badrodin menegaskan bahwa operasi Tinombala akan terus dilanjutkan sampai tertangkapnya pimpinan kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur di Poso, Sulawesi Tengah, yakni Santoso alias Abu Wardah.


"Operasi ini harus terus dilakukan sampai tertangkapnya Santoso," kata Badrodin menegaskan.

Sementara itu, Kepala BNPT Inspektur Jenderal Tito Karnavian optimistis aparat keamanan dapat segera menangkap Santoso. Tito menilai Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki peta yang cukup mengenai keberadaan kelompok ini.

"Untuk operasi saya yakin teman di sana sudah cukup mampu dan mereka sudah mempunyai peta yang cukup," kata Tito, Senin (21/3).

Lebih jauh, keyakinan itu muncul sebabnya Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi dan Panglima Daerah Militer Wirabuana Mayor Jenderal Agus Surya Bakti yang bertugas di wilayah itu sebelumnya sudah berpengalaman di BNPT.

"Saya pikir kelompok ini kelompok kecil, kurang lebih 20-30 orang saja. Masalahnya adalah hutan dan gunung-gunung. Menguasai medan hanya masalah waktu," kata Tito.

Adapun, Komisi Pertahanan DPR mempertanyakan efektivitas operasi penerus Operasi Camar Maleo tersebut.

Anggota Komisi Pertahanan DPR RI Ahmad Zainudin menilai Operasi Tinombala mesti dievaluasi. Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menyayangkan diperpanjangnya Operasi Tinombala.

Terlebih, Minggu (20/3) kemarin baru saja terjadi peristiwa jatuhnya Helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP di mana terdapat 13 prajurit yang sedang terlibat operasi pengejaran atas Santoso.

"Musibah ini mungkin saja tidak terjadi jika rencana operasi berhasil sesuai target dan jadwal yang ditetapkan," katanya.

Oleh karena itu, Zainuddin meminta agar operasi Tinombala segera dituntaskan dan tidak diperpanjang lagi. (pit/pit)