“Kedatangan kami ke sini untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat, siapapun, termasuk para pejabat, untuk berhati-hati dalam berbicara tentang isu-isu SARA (suku, agama, ras, antargolongan). Kami dengan tulus melaporkan Yusron ke Mabes Polri atas dugaan tindakan menebar kebencian,” kata perwakilan Taktik, Reinhard Parapat, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jumat (1/4).
Yusron yang saat ini menjabat Duta Besar Indonesia untuk Jepang menautkan sebuah berita mengenai pendapat tokoh militer Indonesia pada akun media sosialnya, lantas menasihati Ahok agar berhati-hati menghadapi Pilkada 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusron mengamini ucapan sang tokoh militer itu. Melalui kicauan di akun Twitter pribadinya, Yusron mengatakan, "Nasihat jenderal bintang tiga ini patut direnungkan. Maka mohon Ahok tidak arogan memerintah. Kasihan dengan China miskin, baik, dan tidak salah jika mereka jadi korban."
"Nanti kan ada pengembangan saat proses pelaporan, apakah dia terkait atau tidak. Karena dalam UU No 40 Pasal 5 ayat 1 jelas bahwa pesan elektronik yang dipublikasikan kepada umum bisa dijadikan alat bukti yang akan diuji oleh Bareskrim," kata Imanuel. (agk)