"Kami bersama dengan PP Muhammadiyah akan mengungkap itu secara transparan kepada publik," kata Komisioner Komnas HAM Siane Indriani saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (5/4).
Namun, Siane menjelaskan, tidak semua informasi hasil autopsi dapat dipublikasikan. Untuk itu, Siane berkata, pihaknya akan rapat terlebih dulu dengan tim forensik untuk menentukan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun sebelumnya pelaksanaan autopsi jasad Siyono sempat mendapat penolakan dari warga setempat. Siane pun masih mencoba menyelidiki terkait siapa saja yang menolak pelaksanaan autopsi itu.
Untuk diketahui, Siyono meninggal dunia di RS Bhayangkara Yogyakarta setelah dibawa Densus 88 untuk mencari senjata api yang diduga miliknya pada Sabtu (12/3).
Kematian Siyono banyak mengundang perhatian publik karena diduga telah terjadi pelanggaran hukum oleh pihak kepolisian saat membawa Siyono untuk proses interogasi
Sementara, tim dokter forensik PP Muhammadiyah masih harus menunggu hasil uji laboratorium untuk menyimpulkan hasil autopsi terhadap Siyono, terduga teroris yang tewas dalam proses pemeriksaan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri belum lama ini.