Pemuda Maluku Disiapkan Kelola Blok Masela

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 06/04/2016 07:57 WIB
Pemuda Maluku Disiapkan Kelola Blok Masela Presiden Jokowi minta SDM lokal disiapkan untuk Blok Masela. Masyarakat Maluku tak boleh hanya jadi penonton, harus jadi pengelola agar makin sejahtera. (Dok. Inpex)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan dan pengoperasian Blok Masela melalui Universitas Pattimura dan Politeknik Ambon. Pemuda Maluku diprioritaskan menjadi mahasiswa dengan jalur masuk khusus tanpa harus mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Universitas Pattimura dan Politeknik Ambon akan membentuk tenaga ahli keteknikan berupa tenaga ahli akademik, insinyur profesional, dan paling utama adalah vokasi.

"Ini sesuai arahan Presiden untuk menyiapkan SDM di Blok Masela. Jangan sampai masyarakat Maluku jadi penonton saja. Harus jadi pengelola agar semakin sejahtera," tutur Menteri Ristekdikti M Nasir kemarin.
Pada tahap awal, Kementerian bekerja sama dengan perguruan tinggi yang sudah berpengalaman dalam membentuk tenaga keteknikan di Indonesia serta menyediakan dosen dan laboratorium.


Tenaga keteknikan yang akan dididik antara lain teknik perminyakan, mesin, elektro, kimia, industri, fisika, dan sipil. Perekrutan SDM bakal dimulai tahun ini.

"Blok Masela diperkirakan beroperasi tahun 2021. Tahun depan penyiapan grand design, tahun 2019 pembangunan dimulai. Kami siapkan SDM dari sekarang," kata Menteri Nasir.

Waktu sekitar empat hingga lima tahun ke depan dinilai Nasir cukup untuk mempersiapkan SDM di Blok Masela. Kemristekdikti akan mengkaji jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

Untuk itu Menteri Nasir meminta Rektor Universitas Pattimura bekerja sama dengan perguruan tinggi yang sudah memiliki pengalaman dalam membentuk tenaga keteknikan.

"Saat ini Universitas Pattimura baru memiliki teknik mesin, perkapalan, industri, sipil, MIPA. Kami siap membentuk tenaga keteknikan," kata Rektor Universitas Pattimuta Martinus Johanes Saptenino.
Menteri Nasir juga berkoordinasi dengan kementerian terkait, yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta bekerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

"PII punya wadah tenaga engineer . Kami harap ada masukan seperti dibutuhkan tenaga dalam bidang ilmu apa saja untuk Blok Masela," kata Menteri Nasir.

Ia berharap masyarakat Maluku dapat memanfaatkan kesempatan ini karena Blok Masela menghasilkan keuntungan yang besar. (pit/pit)