Jadi Pusat Penerbangan, Bandara Halim Punya Banyak Kekurangan

Alfani Roosy Andinni, CNN Indonesia | Kamis, 07/04/2016 15:10 WIB
Jadi Pusat Penerbangan, Bandara Halim Punya Banyak Kekurangan Komisi V DPR melakukan sidak di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (7/4), terkait insiden tabrakan pesawat TransNusa dengan Batik Air. (CNN Indonesia/Alfani Roosy Andinni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat Michael Wattimena mengatakan, Bandara Halim Perdanakusuma masih memiliki banyak kekurangan baik dari segi keamanan maupun pelayanan.

Padahal landasan udara milik TNI itu digunakan sebagai pusat penerbangan pemerintah dalam negeri maupun internasional.

"Seharusnya aspek keamanan dan keselamatan tidak dipertanyakan lagi. Apalagi presiden-presiden di seluruh dunia pasti take off dan landing di sini," kata Michael saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (7/4).


Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan para Menteri Kabinet Kerja selalu berangkat dari Bandara Halim saat bertugas ke luar negeri maupun ke luar kota.

Dia menuturkan, Bandara Halim berfungsi sebagai bandara yang sangat penting. Karena itu sangat fatal jika tidak memiliki landasan yang memberikan tempat bagi pesawat untuk take off dan landing.

Karenanya, dia meminta pemerintah, Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura II, segera melakukan perbaikan yang signifikan. Bandara Halim juga digunakan untuk penerbangan komersial.

"Kami meminta semua stake holder bisa melakukan pembenahan koordinasi secara permanen dan komprehensif," ucapnya.

Komisi V DPR sengaja melakukan sidak hari ini untuk menyelidiki penyebab insiden tabrakan pesawat Batik Air dan Transnusa pada Senin (4/4).

Dua pesawat bertabrakan di runway bandara yakni Batik Air berjenis Boeing 737-800 reg PK-LBS rute HLP-UPG (Ujung Pandang), bertabrakan dengan pesawat Transnusa jenis ATR reg PK-TNJ.

Pesawat Batik rute Halim Perdanakusuma-Ujung Pandang dengan registrasi PK-LBS katanya sudah dirilis untuk take off oleh menara pengawas (ATC). Ketika melakukan proses take off, pesawat bersenggolan dengan pesawat Transnusa yang saat itu tengah ditarik oleh traktor.

(obs/obs)