Menurut Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung, PN Surabaya telah secara resmi mengabulkan gugatan La Nyalla. Atas putusan tersebut, status tersangka La Nyalla pun langsung gugur.
"Diterima gugatan si pemohon (La Nyalla). Dari awal kita sudah melihat, waktu mengajukan saksi fakta dari penyidik ditolak oleh hakim,” kata Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Hutagalung, saat dihubungi para wartawan, Selasa (12/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kejanggalan yang dilihat Maruli adalah adanya penolakan saksi fakta dari penyidik lembaga adhyaksa saat praperadilan berlangsung. Kemudian, hakim juga dinilai selalu memberi kesempatan bagi pihak kuasa hukum La Nyalla untuk memberi pertanyaan walaupun waktu telah habis.
Lihat juga:Rute La Nyalla, dari Malaysia ke Singapura |
Rencananya, La Nyalla akan kembali ke tanah air setelah keluar putusan praperadilan. Menurut pengacara La Nyalla, Ahmad Riyadh, kliennya akan hadir dalam pemeriksaan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, setelah putusan praperadilan diputuskan PN Surabaya.
"Kami masih komit dengan surat izin untuk hadir setelah putusan praperadilan," kata Ahmad Riyadh kepada CNNIndonesia.com, Kamis (31/3).
“Saksi tidak pernah menggunakan dana hibah untuk kepentingan pribadi. Tahun 2012 saksi pernah meminjam namun dikembalikan seketika itu, yakni untuk keperluan pembelian IPO Bank Jatim karena disarankan oleh Gubernur. Pembelian lPO tersebut bukan atas inisiatif sendiri tapi berdasarkan rapat Kadin,” bunyi petikan kesaksian La Nyalla yang terekam dalam putusan sidang.
La Nyalla mengembalikan dana selama lima tahapan, yakni pada 23 Juli 2012 sebesar Rp850 juta, pada 1 Oktober 2012 sebesar Rp920 juta, pada 1 Oktober 2012 sebesar Rp. 226 juta dan pada 29 Oktober 2012 sebesar Rp100 juta dan pada 7 Nopember 2012 sebesar Rp3,2 miliar.