Imigrasi Belum Akan Deportasi WNA yang Diamankan di Halim

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 27/04/2016 17:31 WIB
Imigrasi Belum Akan Deportasi WNA yang Diamankan di Halim Lokasi diamankannya WNA pekerja proyek kereta cepat. Imigrasi belum berencana memulangkan para WNA tersebut. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM belum memastikan status pasti lima warga negara asing yang diamankan saat melakukan aktivitas proyek di sekitar Pangkalan Udara Militer Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (26/4) kemarin.

Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi Kemenkumham Heru Santoso Anantha mengatakan, sampai saat ini lima orang WNA tersebut masih dalam pemeriksaan petugas imigrasi.

"Lima orang ini waktu kami terima tidak dapat menunjukkan dokumennya sama sekali, baik passport atau segala macam," kata Heru di Kantor Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Jakarta, Rabu (27/4).

Lima WNA tersebut tidak akan langsung ke negara asalnya meski mengaku dari negara Tiongkok. Pasalnya, dokumen resmi yang menunjukan kewarnegaraan mereka belum bisa ditunjukan.


"Nanti kami cek apakah ada di database atau tidak, nanti ketahuan siapa dan sponsor mereka," kata Heru.

Lebih lanjut, Heru juga menegaskan, Ditjen Imigrasi belum bisa memastikan kebenaran isu yang menyebut kelima WNA tersebut adalah tentara asing yang sedang melakukan aksi intelijen di Indonesia, khususnya di kawasan Lanud Militer Halim Perdana Kusuma.

"Kami tidak peduli tentara atau bukan. Yang penting orang asing yang kami tangani," ujarnya.

Sesuai dengan prosedur, Ditjen Imigrasi akan segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar negara asal para WNA tersebut seperti yang diakui mereka. Imigrasi juga akan berkoodinasi dengan Lanud Militer Halim Perdana Kusuma.

Lima WNA tersebut saat ini diamankan di rumah detensi Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta Timur hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Lima orang yang diamankan masing-masing berinisial CQ, ZH, XW, WJ dan GL. Mereka diketahui berada di Indonesia untuk bekerja dalam proyek pembangunan jalur kereta api cepat di sekitar Lanud Halim Perdanakusuma. Mereka diamankan setelah ada laporan dari TNI Angkatan Udara. (sur/sur)