Mereka dibawa ke markas kepolisian untuk didata dan diperiksa lebih lanjut terkait aksi itu.
"Sudah berhasil kami evakuasi secara paksa, ke-12 aktivis yang memanjat," kata Kepala Kepolisian Resor Cirebon Ajun Komisaris Besar Sugeng Hariyanto, seperti dilansir Antara, Minggu (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka membentangkan spanduk di atas crane tersebut dan memblokade aktivitas bongkar muat batu bara di PLTU.
Lihat juga:Aktivis Lingkungan Blokade PLTU Cirebon |
"Setiap pembangkit listrik tenaga batu bara baru berarti risiko kesehatan tinggi bagi rakyat Indonesia," ujarnya.
"Dan kematian terjadi lebih cepat dari waktunya akibat stroke, serangan jantung, kanker paru-paru, penyakit jantung dan pernapasan lainnya," katanya.
Pembangunan PLTU Cirebon merupakan salah satu proyek pemerintah, bekerja sama dengan salah satu investor asal Jepang, Japanese Bank for International Cooperation (JBIC).
PLTU Cirebon merupakan salah satu PLTU yang memiliki proyeksi kapasitas di bawah 35000 MW dalam target pengoperasiannya.
Unit pertama PLTU Cirebon telah beroperasi sejak Juli 2012 lalu. Namun dalam pengoperasiannya, PLTU ini kerap terhalang sejumlah masalah, seperti insiden meledaknya unit turbin September 2014 silam. (abm)