Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai keberhasilan penghapusan 3 in 1 dapat dilihat dari hilangnya dampak sosial seperti keberadaan joki.
"Berhasil (penghapusan 3 in 1), kami tidak melihat lagi orang yang dieksploitasi. Anak-anak dikasih obat tidur, ya kan? Kita ini ada nilainya orang Jakarta. Enggak bisa seperti itu," kata Basuki yang lazim dipanggil Ahok di Sekolah Dasar Swasta Santa Maria, Jakarta, Senin (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ahok Hapus Sistem 3 in 1 Pekan Depan |
"Kalau alasan jadi joki karena anaknya mau sekolah tentu kami sudah tanggung yang KJP," ujar Ahok.
Lihat juga:Ahok Hapus Sistem 3 in 1 Pagi |
Maret lalu, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menangkap empat anggota sindikat perdagangan dan eksploitasi anak. Mereka terbukti mempekerjakan anak untuk mengemis, mengamen, berjualan koran, dan menjadi joki 3 in 1. (obs)