Resmi Hapus 3 in 1, Ahok Sindir Anak-anak Dikasih Obat Tidur
Puput Tripeni Juniman | CNN Indonesia
Senin, 16 Mei 2016 12:42 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menghapuskan peraturan pembatasan jumlah kendaraan berpenumpang tiga orang atau lebih yang dikenal dengan three in one (3 in 1) di Jalan Protokol DKI Jakarta, Senin ini (15/6).
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai keberhasilan penghapusan 3 in 1 dapat dilihat dari hilangnya dampak sosial seperti keberadaan joki.
"Berhasil (penghapusan 3 in 1), kami tidak melihat lagi orang yang dieksploitasi. Anak-anak dikasih obat tidur, ya kan? Kita ini ada nilainya orang Jakarta. Enggak bisa seperti itu," kata Basuki yang lazim dipanggil Ahok di Sekolah Dasar Swasta Santa Maria, Jakarta, Senin (16/5).
Menurut Ahok, kehadiran joki tidak memiliki alasan yang tepat, salah satunya untuk menyekolahkan anak. Alasan tersebut, kata Ahok, tidak bisa diterima karena Pemprov DKI Jakarta sudah menanggung biaya dengan memberikan bantuan tunai kepada siswa-siswa yang tidak mampu.
"Kalau alasan jadi joki karena anaknya mau sekolah tentu kami sudah tanggung yang KJP," ujar Ahok.
Sebelumnya, para joki kerap menjajakan jasanya menemani para pengendara mobil untuk dapat melewati kawasan 3 in 1. Beberapa orang menjadi joki dengan membawa anak yang masih balita dan diduga mengeksploitasi anak.
Maret lalu, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menangkap empat anggota sindikat perdagangan dan eksploitasi anak. Mereka terbukti mempekerjakan anak untuk mengemis, mengamen, berjualan koran, dan menjadi joki 3 in 1. (obs)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai keberhasilan penghapusan 3 in 1 dapat dilihat dari hilangnya dampak sosial seperti keberadaan joki.
"Berhasil (penghapusan 3 in 1), kami tidak melihat lagi orang yang dieksploitasi. Anak-anak dikasih obat tidur, ya kan? Kita ini ada nilainya orang Jakarta. Enggak bisa seperti itu," kata Basuki yang lazim dipanggil Ahok di Sekolah Dasar Swasta Santa Maria, Jakarta, Senin (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ahok Hapus Sistem 3 in 1 Pekan Depan |
"Kalau alasan jadi joki karena anaknya mau sekolah tentu kami sudah tanggung yang KJP," ujar Ahok.
Lihat juga:Ahok Hapus Sistem 3 in 1 Pagi |
Maret lalu, Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menangkap empat anggota sindikat perdagangan dan eksploitasi anak. Mereka terbukti mempekerjakan anak untuk mengemis, mengamen, berjualan koran, dan menjadi joki 3 in 1. (obs)