Keputusan itu diambil melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang berlangsung 14-17 Mei di Nusa Dua, Bali.
"Ini akan membuat bandul politik sedikit berbeda. Diharapkan lebih stabil pemerintahan," ujar Pramono di Kantor Sekretaris Kabinet, Jakarta, Selasa (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengenai konfigurasi kabinet belum ada. Hal yang terjadi di parlemen akan lebih mudah bagi kami," kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini .
Perkara ini juga sempat diselidiki Kejaksaan Agung sejak November 2015. Namun perkara yang diduga turut melibatkan Pengusaha Riza Chalid ini akhirnya diendapkan karena kerap menemukan kesulitan dalam penyelidikan.
Secara terpisah, Jokowi menyatakan pemerintah menghargai hasil Munaslub. Menurutnya, hal itu cerminan suara kader Golkar. Setya dipilih 277 suara dari 544 total pemilik suara. Dia juga mengaku belum memikirkan isu merapatnya Golkar ke jajaran partai politik pendukung pemerintah. (pit)