Kepala daerah yang akrab disapa Hendi itu menghendaki eksekusi disetop untuk sementara setelah bentrokan di Kebonharjo kemarin merenggut nyawa seorang warga dan mengakibatkan tujuh polisi luka-luka.
Kepada PT. KAI, Hendi menjanjikan kelanjutan pembongkaran untuk selanjutnya dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Sebagai garansi, Hendi pun menjaminkan dirinya kepada PT. KAI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga dalam hal ini merasa memiliki dengan dasar surat kepemilikan tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), sedangkan KAI merasa punya hak atas dasar dokumen tanah zaman Belanda.
"Ini tidak mudah. Harus diurai karena dua pihak merasa punya hak atas tanah Kebonharjo. Semua harus duduk bersama sehingga tidak ada yang merasa dirugikan", tambah Hendi.
Hari ini Hendi diagendakan mengundang pihak PT.KAI, DPRD, Kepolisian, TNI dan perwakilan warga untuk berembuk bersama mencari solusi dan titik temu.
Eksekusi Kampung Kebonharjo yang dilakukan KAI kemarin berujung bentrokan karena mendapat perlawanan dari warga setempat. Aksi lempar batu dan tembakan gas air mata mengiringi bentrokan yang berlangsung hampir selama enam jam tersebut. (gil)