Adanya penambahan anggaran ini dipertanyakan oleh Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Komisi Hukum meminta, penambahan anggaran disertai rincian rencana penggunaan anggaran secara detail.
Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Bambang Waluyo mengatakan, rusunawa yang akan dibiayai dari anggaran Kejagung berada di Meruya. Sementara alat kode penginderaan rencananya akan dipakai untuk fungsi intelijen kejaksaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang juga menerangkan, dalam jumlah tersebut Kejagung membutuhkan penambahan anggaran bagi mobil dinas sebesar Rp9 miliar bagi jaksa pengawas di daerah.
Menanggapi permintaan ini, Wakil Ketua Komisi III Benny Kabur Harman meminta agar Kejagung merinci jumlah Rp310 miliar yang diajukan. Hal ini agar diketahui maksud dan tujuan dari pengajuan penambahan anggaran.
"Rp310 M darimana asal usulnya? Kalau kami setujui, kami harus tahu. Sebelum tahu, kami tidak boleh kasih persetujuan, untuk mencegah," kata Benny.
Anggota Fraksi PAN Daeng Muhammad juga mempertanyakan hal ini. Dia juga menyoroti agar pengajuan anggaran Rp97 miliar bagi pengadaan alat penginderaan perlu dirinci kembali.
"Yang paling penting adalah outputnya apa? Bikin rusunawa, pengadaan alat penginderaan outputnya bagi masyarakat apa? Apakah akan ada percepatan kerja, akselerasi kerja?" kata dia.
Terkait rusunawa, anggota Fraksi PKS Nasir Djamil juga meminta agar Kejagung memberi rincian informasi terkait detail pembangunannya. (sur)