"Kualitas uang palsu kalau menurut orang BI (Bank Indonesia) cukup baik, cukup halus, sehingga sulit dideteksi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Martinus Sitompul di kantornya, Jakarta, Rabu (8/6).
Uang palsu itu dicetak dalam dua tahap. Pertama, uang dicetak menggunakan mesin cetak digital. Kedua, menggunakan mesin sablon untuk membuat tanda air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nomor serinya sudah keluar dan beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta," kata Martinus.
"Sudah banyak diketahui bagaimana caranya (memastikan uang asli), dengan cara dilihat, diraba, diterawang," ujar Martinus.
Dijebak
Tersangka MR saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim. Sementara Tersangka AL diserahkan ke Polisi Militer Daerah Jakarta Raya.
Keduanya ditangkap di lapangan parkir Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur. Martinus mengatakan, penyidik berhasil menangkap keduanya dengan cara menjebak.
"Dilakukan penyelidikan sehingga ditemukan nama MR. Lalu dilakukan undercover operation (operasi penyamaran)," ujar perwira itu.
Transaksi senilai Rp50 juta untuk membeli uang palsu Rp300 juta itu pun dilakukan. MR yang tertangkap basah kemudian menunjuk AL yang juga berada di lokasi. Uang itu, kata dia, didapatkan dari si anggota tentara berpangkat Kolonel.
Polisi militer lalu-lalang
Sejak Selasa malam pascapenangkapan, anggota polisi militer terlihat berlalu-lalang di Markas Besar Polri, Jakarta. Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan kedatangan mereka memang terkait kasus ini.
"Iya benar, mereka menunggu dan meminta konfirmasi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Rabu siang, setidaknya empat anggota polisi militer kembali terlihat mendatangi Bareskrim. Menurut Agung, kini AL beserta barang buktinya sudah diserahkan kepada polisi militer.
Bukti itu berupa uang palsu dan mobil yang digunakan untuk mengangkutnya. Dia juga menyerahkan kewenangan pemeriksaan Kolonel AL sepenuhnya kepada pihak militer.
"Iya sudah diserahkan ke POM (polisi militer), nanti untuk pemeriksaan selanjutnya di sana," ujarnya.