Dari pantauan CNNIndonesia, Sabtu (11/6), banjir rob yang kian meninggi sudah terlihat sejak dua pekan lalu. Rob kembali menggenangi permukiman warga di daerah Semarang Utara dan Semarang Timur.
Lihat juga:Ancaman Gelombang Tinggi |
Menurut Agus Susilo (40), salah seorang warga Kaligawe Semarang, banjir rob yang terjadi saat ini terlihat paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menambahkan datangnya rob saat ini sudah tak melihat waktu atau jam tertentu, dan juga dengan durasi lebih lama sehingga mengganggu aktivitas warga.
Selain pemukiman warga, banjir rob juga menyasar ruas Jalan Raya Semarang-Demak, khususnya di Jalan Genuk hingga Sayung yang merupakan tapal batas Kota Semarang dan Kota Demak. Ketinggian banjir sudah mencapai 70 cm sehingga banyak mobil dan motor yang terjebak dan mogok di tengah genangan.
Bahkan beberapa kendaraan harus berbalik arah sehingga membuat arus lalu-lintas Semarang-Demak dan sebaliknya macet parah hingga 25 kilometer.
Kemacetan panjang dan lumpuhnya arus lalu-lintas ini akhirnya menghambat kegiatan transportasi dan distribusi barang.
"Parah ini macetnya, ini kami berhenti total di Genuk sudah 2 jam lebih tak bisa jalan. Banjirnya tinggi sekarang," kata Sugito, seorang sopir angkutan kota.
Tingginya air laut pasang juga terjadi beberapa daerah pesisir lain di Jawa Tengah, seperti Kendal, Pekalongan, dan Tegal.
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pasang air laut yang saat ini semakin meninggi disebabkan oleh faktor cuaca dan faktor astronomi terkait gravitasi bulan yang cukup kuat. (obs/obs)