Banjir Rob Semarang Meninggi Lumpuhkan Aktivitas Warga

Damar Sinuko, CNN Indonesia | Minggu, 12/06/2016 00:49 WIB
Banjir Rob Semarang Meninggi Lumpuhkan Aktivitas Warga Selain di Semarang, Jawa Tengah, kawasan wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, juga tergenang rob, Kamis (9/6). Kota-kota lain di pesisir Jawa dan pulau lain juga mengalami kejadian serupa. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Semarang, CNN Indonesia -- Banjir pasang air laut atau rob di kawasan utara dan timur Semarang, Jawa Tengah, semakin parah. Akibatnya, jalur Semarang-Demak lumpuh dan mengalami kemacetan panjang akibat ruas jalan tergenang rob setinggi 60 sentimeter.

Dari pantauan CNNIndonesia, Sabtu (11/6), banjir rob yang kian meninggi sudah terlihat sejak dua pekan lalu. Rob kembali menggenangi permukiman warga di daerah Semarang Utara dan Semarang Timur.


Menurut Agus Susilo (40), salah seorang warga Kaligawe Semarang, banjir rob yang terjadi saat ini terlihat paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


"Ini paling parah sepertinya. Saya yang tinggal di Kaligawe, rob hanya melintas jalan depan rumah, tapi sekarang sudah masuk rumah sampai belakang," ujar Agus.


Agus menambahkan datangnya rob saat ini sudah tak melihat waktu atau jam tertentu, dan juga dengan durasi lebih lama sehingga mengganggu aktivitas warga.

"Tahun-tahun lalu rob datang pukul 3 sore sampai 9 malam. Tapi sekarang jam 1 siang sampai dini hari subuh baru berkurang," tutur Agus.

Selain pemukiman warga, banjir rob juga menyasar ruas Jalan Raya Semarang-Demak, khususnya di Jalan Genuk hingga Sayung yang merupakan tapal batas Kota Semarang dan Kota Demak. Ketinggian banjir sudah mencapai 70 cm sehingga banyak mobil dan motor yang terjebak dan mogok di tengah genangan.

Bahkan beberapa kendaraan harus berbalik arah sehingga membuat arus lalu-lintas Semarang-Demak dan sebaliknya macet parah hingga 25 kilometer.


Kemacetan panjang dan lumpuhnya arus lalu-lintas ini akhirnya menghambat kegiatan transportasi dan distribusi barang.

"Parah ini macetnya, ini kami berhenti total di Genuk sudah 2 jam lebih tak bisa jalan. Banjirnya tinggi sekarang," kata Sugito, seorang sopir angkutan kota.

Tingginya air laut pasang juga terjadi beberapa daerah pesisir lain di Jawa Tengah, seperti Kendal, Pekalongan, dan Tegal.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pasang air laut yang saat ini semakin meninggi disebabkan oleh faktor cuaca dan faktor astronomi terkait gravitasi bulan yang cukup kuat. (obs/obs)