"Sebagian pengungsi di Solo dan Sukoharjo telah pulang karena air telah surut dan tidak hujan lagi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah, Sarwa Permana, saat dihubungi CNNIndonesia (20/6).
Banjir yang melanda daerah Solo dan Sukoharjo disebabkan meluapnya Sungai Bengawan Solo dan guyuran hujan deras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meluapnya sungai Bengawan Solo menyebabkan Karanganyar, Kota Solo, dan Sukoharjo kebanjiran. 72 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 175 jiwa di Daleman Kelurahan Ngringo, Kabupaten Karanganyar terpaksa diungsikan karena rumah mereka terendam air.
Dikatakannya, kedalaman air yang masuk ke rumah Wali Kota Surakarta tersebut sudah mencapai sekitar 30 sentimeter, sementara genangan air di jalan depan rumahnya berkedalaman sekitar 1,5 meter.
Menurut Kepala Pusat Data dan informasi Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, total korban akibat bencana banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah adalah 35 korban tewas, 25 hilang dan 14 luka-luka.
Sementara di Banjarnegara ada enam orang meninggal dunia dan satu orang terluka. Sama seperti di Banjarnegara, di Kabupaten Kebumen juga terdapat 6 orang korban tewas.
Hujan lebat yang turun sejak Sabtu (18/6) siang hingga malam hari telah menyebabkan banjir dan longsor di 16 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, yakni di Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan Kota Solo.
Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, saat ini penanganan darurat masih dilakukan oleh BPBD dibantu unsur terkait dari TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, dan beberapa instansi lain.
Tim Reaksi Cepat BNPB menurut Sutopo terbagi dalam lima group yang tersebar di Jawa Tengah untuk mendampingi BPBD.