Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, kunjungan itu merupakan pesan Jokowi bahwa Natuna merupakan bagian Republik Indonesia.
"Sebagai kepala pemerintahan dan negara, presiden ingin pastikan Natuna adalah bagian kedaulatan NKRI," ujar Pramono di Kantor Presiden, Rabu (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Luhut enggan menyebutkan kunjungan Jokowi ke Natuna berkaitan dengan insiden penembakan terhadap kapal China di perairan kawasan itu pekan lalu.
"Kami ingin melihat Natuna. Kami akan berikan keterangan setelah meninjau," ujar Luhut.
Insiden baku tembak terjadi pekan lalu dalam upaya penangkapan kapal China Han Tan Cou yang kedapatan melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia.
Sebelum tembakan dilepas, KRI Imam Bonjol telah berkomunikasi dengan Han Tan Cou dan memberi isyarat bendera, namun tak direspons.
Pukul 09.30, KRI Imam Bonjol menurunkan Tim Visit Board Search Seizure (VBSS) untuk menggeledah kapal Han Tan Cou.
Hasilnya, tujuh awak kapal berkewarganegaraan China, yang terdiri dari enam pria dan satu wanita, berhasil diamankan.
Kapal Han Tan Cou ditahan di Sabang Mawang, Natuna, untuk proses investigasi terkait dugaan pencurian ikan. (sur)