Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyampaikan saat ini pihaknya belum menerima laporan soal korban akibat peredaran vaksin palsu.
"Kalau bicara korban kami belum ada laporannya. Artinya, bisa dikatakan ini kan dalam tahapan investigasi, kami masih berbicara soal vaksinnya ya, tapi dari sisi korban belum ada laporan," ujar Oscar kepada CNNIndonesia.com ketika dihubungi melalui saluran telepon, Selasa (28/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum dapat data (korban), rumah sakitnya apa, dan lain-lain. Itu kan masih rumor saja. Hari ini baru lagi dirapatkan," katanya.
"Kemarin sudah diinstruksikan Menteri (Nila Moeloek) untuk dibentuk tim yang terintegrasi lintas program di sini dan BPOM. Tentunya kami bersama-sama. Tapi soal data, kami memang tentunya, bukan menunggu, tapi kan ini terbongkar karena ada indikasi yang dibongkar oleh Bareskrim," ujarnya.
Siang tadi, hasil rapat antar institusi terkait yang dilaksanakan di Markas Besar Polri memutuskan pembentukan satuan tugas penanganan vaksin palsu yang diinisiasi oleh Badan Reserse Kriminal Polri bekerjasama dengan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan BPOM.