"Makanya dari hari pertama pemerintah dilantik, kami ada di sana untuk menjalin networking, komunikasi dengan pemerintah baru agar tidak ada jeda soal kasus sandera ini," ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (29/6).
Retno juga direncanakan bertemu Presiden Filipina terpilih Rodrigo Duterte, Jumat (1/7). Dia yakin pemerintahan di bawah Rodrigo berkomitmen sama seperti saat dipimpin Benigno Aquino III, membantu membebaskan WNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden sudah memberikan arahan segera tanda tangani dan jalankan. Di Pak Menhan ada dua. Satu adalah upaya menangani sekarang dan prevent (mencegah)," katanya.
Ryamizard menjelaskan, pasukan Indonesia belum akan turun langsung dalam pembebasan WNI kali ini. Sekira tujuh hingga sepuluh ribu pasukan Filipina telah mengepung kawasan yang diduga menjadi tempat sandera.
Menurutnya, dia akan terus berkomunikasi dengan menteri pertahanan Filipina secara intensif terutama mengenai sea corridor.
"Tapi titik-titik kan harus dibicarakan. Seperti kemarin masuk, ini lewat mana, rute mana. Kalau banyak-banyak kapal nanti ngawur," ujar Ryamizard. (pit)