Namun, eksekusi penggusuran kawasan Muara Angke terhenti sejak Komite Gabungan yang terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menghentikan proyek reklamasi Pulau G pada 30 Juni 2016.
“Masyarakat Muara Angke menyambut positif keputusan pemerintah ini karena berdampak sekali kepada kehidupan para nelayan,” kata pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Tigor Hutapea yang mewakili warga Muara Angke.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, penggusuran Muara Angke tertunda karena rencana pembangunan dermaga terkait dengan kontribusi tambahan dari PT Muara Wisesa Samudera, anak usaha PT Agung Podomoro Land (APLN) Tbk, perusahaan yang mendapat izin reklamasi dari Ahok.
Kawasan dermaga Muara Angke tersebut rencananya bakal menjadi apartemen atau rumah susun khusus nelayan, pasar ikan, trotoar dan tempat parkir. Pembangunan berasal daro kontribusi tambahan Podomoro sebesar 15 persen dikali Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) lahan yang dijual.
Dia menegaskan hasil evaluasi menemukan beberapa pelanggaran berat dalam proses pembangunan Pulau G. Salah satunya, tutur dia, pembangunan Pulau G mengganggu proyek vital dan strategis di kawasan tersebut.
Pembangunan Pulau G ternyata bersinggungan dengan jalur kabel listrik, pipa gas, dan aktivitas Pembangkit Listrik Muara Karang yang menyuplai hampir sebagian listrik untuk kota Jakarta.
Ahok tak bisa menerima keputusan Komite Gabungan mengenai alasan penghentian proyek reklamasi Pulau G. Selain itu, kata Ahok, penghentian proyek reklamasi harus dilakukan oleh presiden. Sebab, izin reklamasi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta.
"Kami kirim surat ke Istana karena semua Keppres. Kalau yang membatalkan seorang menteri, berarti saya melawan Keppres dong," kata Ahok, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (13/7). Ahok mengatakan dia bakal menunggu adanya keputusan dari Presiden Joko Widodo. (yul)