Direktur RS Karya Medika Dominggus Efruan mengatakan, tingginya kebutuhan vaksin tersebut karena terjadi pergantian status dari RS Ibu dan Anak menjadi RS Umum. Oleh karena itu, RS Karya Medika mencari distributor vaksin untuk memenuhi ketersediaan vaksin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dominggus mengklaim, dari tiga RS Group Karya Medika, hanya RS Karya Medika Tambun yang membeli vaksin palsu dari distributor resmi.
"Kami dan staf kami tidak ikut dalam distribusi dan produksi dari CV tersebut," ujarnya.
Selanjutnya Dominggus menyampaikan, sejak kasus vaksin palsu mencuat ke publik, RS Karya Medika langsung menarik seluruh vaksin yang dibeli dari distributor tidak resmi tersebut. Ia berkata, RS Karya Medika akan kooperatif membantu kepolisian dan pemerintah menindaklanjuti keberadaan vaksin palsu tersebut.
Sementara itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban, RS Karya Medika akan menggelar vaksinasi ulang secara cuma-cuma terhadap anak yang teridentifikasi menerima vaksin palsu di tempatnya.
"Sebagai itikad baik, kami akan melakukan vaksin ulang dan memberikan vaksin tersebut secara cuma-cuma sesuai petunjuk dari pemerintah," ujarnya.
(obs)