Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Maura Linda Sitanggang menyatakan pihaknya mengalokasikan Rp1,2 triliun untuk pembelian vaksin dari PT Bio Farma. Perusahaan milik negara itu memiliki produksi kini mencapai 3,2 miliar dosis per tahun untuk kebutuhan ekspor dan dalam negeri.
“Tahun 2016, Kementerian Kesehatan mengalokasikan Rp1,2 triliun untuk membeli vaksin dari PT Bio Farma dengan total sasaran 23,67 jiwa anak-anak,” kata Linda dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Bio Farma memiliki tiga segmen pasar untuk penjualan produknya, yakni pemerintah, swasta, dan untuk ekspor. Khusus ekspor, nilai penjualannya lebih tinggi dibandingkan kedua segmen lainnya selama 5 tahun terakhir. Penjualan itu terdiri dari Rp781,88 miliar (2011); Rp849,91 miliar (2012); Rp1,22 triliun (2013); Rp1,36 triliun (2014); dan Rp1,63 triliun (2015). (asa)