"Mereka akan melakukan pendalaman atas delapan paket yang sekarang dikerjakan," kata Djarot usai rapat dengan BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Rabu (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan ini, tutur Djarot diharapkan bakal mencegah penyimpangan-penyimpangan yang merugikan keuangan negara.
Dalam pertemuan antara Pemprov DKI Jakarta dengan BPK ini juga disepakati agar proses pemeriksaan tidak mengganggu percepatan penyelesaian jalan layang nontol itu.
Jalan layang Ciledug-Tendean memiliki panjang 9,4 kilometer dan lebar 9 meter. Pembangunan jalan itu dimulai Februari 2015 dan direncanakan rampung pada Desember 2016.
Kontraktor yang mengerjakan jalan layang itu diantaranya adalah paket Tendean dikerjakan PT Adhi Karya, paket Santa PT Yasa Patrisia Perkasa, paket Trunojoyo PT Jaya Konstruksi, paket Taman Puring PT Hutama Karya, paket Kebayoran Lama PT PP (Pembangunan Perumahan), paket Kostrad PT Istaka Karya CO dengan PT Agra Budi. Adapun paket Ciledug dikerjakan PT Waskita Karya dan paket Seskoal PT Wijaya Karya. (sur)