Anggota BPK Rizal Djalil menyampaikan jumlah birokrat yang terbukti menyelewengkan anggaran negara lebih banyak dibandingkan anggota dewan.
Dia memaparkan hasil penelitian lembaga itu menunjukkan sebanyak 33 persen dari total kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan berkekuatan hukum tetap per Oktober 2015, melibatkan politisi. Hal itu terdiri dari kepala daerah, anggota legislatif, dan menteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mencontohkan jenis penyelewengan lainnya macam dana bantuan sosial dan hibah sekitar Rp1.055 triliun pada 2014 lalu. Menurutnya, hal itu adalah dugaan penyimpangan keuangan negara.
"Negara membiayai parpol, tapi sangat tidak proporsional, Rp108. PDIP untuk kantor saja tidak cukup, Golkar juga begitu. Dana ini sangat kecil," katanya.
Rizal menawarkan dua solusi untuk mengatasi permasalahan dana partai politik ini. Pertama, yakni dengan mengkaji ulang sistem pemilihan menjadi sistem campuran yakni proporsional terbuka dan proporsional tertutup.
Sedangkan solusi kedua adalah negara perlu mengambil peran dan mendanai biaya pendidikan politik partai. Tak hanya itu, sambungnya, namun juga biaya operasional partai, dan biaya kampanye. (asa)