“Itu berdasarkan hasil pemeriksaan kami di Balai Kesehatan di lima wilayah di Indonesia yang terpapar vaksin palsu, yaitu Serang, DKI Jakarta, Pekanbaru, Palembang, dan Bengkulu. Kami akan cari sumber selain di wilayah itu,” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito usai mengikuti rapat koordinasi terkait penanganan dampak vaksin palsu di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (26/7).
Menko PMK Puan Maharani mengatakan, untuk menjaga ketenangan pelapor, pemerintah telah melakukan upaya menyeluruh untuk menuntaskan kasus ini. Kementerian Kesehatan telah mendata dan memberikan vaksin ulang kepada pelapor atau orang tua yang merasa anaknya mendapat vaksin palsu pada periode 2003 sampai sekarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga:Menteri Kesehatan Diminta Mundur |
“Untuk mencegah agar tidak ada dampak dari tertangkapnya pelaku oleh masyarakat, polisi telah melakukan tindakan yang dianggap perlu sehingga tidak ada kegaduhan,” ujar Puan.
Rakor penanganan dampak vaksin palsu di kantor Puan itu juga dihadiri perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PT Bio Farma, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Mabes Polri. (agk)