Bobby dituntut atas kasus korupsi proyek pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (B2IP) di Sorong, Papua. Proyek itu menggunakan anggaran yang berasal dari APBN 2011.
"Meminta majelis hakim menghukum terdakwa atas nama Bobby Reynold Mamahit dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan penjara," ujar JPU Kresno Wibowo saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, dalam pertemuannya dengan General Manager Divisi gedung PT Hutama Karya, Budi Rachmat Kurniawan pada 18 November 2011, Bobby didakwa menerima uang sebesar 200 juta rupiah dalam pecahan dolar.
Atas perbuatannya, dia dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Dalam persidangan terpisah, mantan Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Kementerian Laut, Djoko Pramono dituntut 4 tahun pidana penjara. Djoko juga diduga terlibat dengan kasus serupa dengan diduga menerima uang Rp620 juta terkait dengan proyek tersebut.
(asa)