Gempa Bumi 5,6 SR Guncang Kabupaten Dompu, NTB

Raja Eben Lumbanrau, CNN Indonesia | Senin, 01/08/2016 10:36 WIB
Gempa Bumi 5,6 SR Guncang Kabupaten Dompu, NTB Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan gempa bumi 5,6 Skala Richter terjadi di Kabupaten Dompu, NTB, pada Pukul 06:40 WIB, pagi tadi. Korban jiwa dan kerugian materil masih dalam pendataan. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gempa bumi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Pukul 06:40:01 WIB, Senin (1/8), tepatnya di Kabupaten Dompu.

"Gempa terjadi dengan kekuatan 5.6 SR di Kabupaten Dompu," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, Senin (1/8)

Menurut Sutopo, hingga kini korban jiwa, dan kerugian materil masih dalam pendataan. Gempa tersebut menyebabkan masyarakat di Kabupaten Dompu panik dan berhamburan keluar rumah. BPBD Kabupaten Dompu sedang melakukan pendataan ke wilayah yang terdampak gempa tersebut.


Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto menyebutkan lokasi pusat gempa bumi berada di 8,23 lintang selatan - 117.86 bujur timur.

"Gempa bumi tersebut berada di 63 kilometer (km) barat laut Dompu, pada kedalaman 18 km," katanya.
Ia mengatakan, getaran gempa juga terasa hingga Pulau Lombok dengan kekuatan getaran mencapai 4 modified mercalli intensity (MMI). Selain itu, di Denpasar 3 MMI dan Nusa Dua Bali 2 MMI. Artinya getaran yang dirasakan relatif rendah.

"Getaran di Mataram, lumayan keras, sampai beberapa bagian dinding kantor BMKG Stasiun Geofisika Mataram mengalami keretakan," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Getaran kuat juga dirasakan oleh warga di empat kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, NTB, yakni Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, dan Kota Bima.

Herdin, salah seorang warga Kelurahan Mande, Kota Bima, mengaku terkejut ketika merasakan rumahnya bergoyang, sehingga dia keluar rumah bersama seluruh anggota keluarganya.

"Saya sedang berbaring di kamar menjaga anak yang sedang sakit, tiba-tiba rumah bergoyang, spontan saya menyebut Allahu Akbar, sambil mengangkat anak keluar dari kamar bersama isteri," ucap anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bima ini. (rel/rel)