'Cerita Busuk dari Seorang Bandit' adalah artikel yang ditulis oleh Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar. Haris mengaku, artikel itu merupakan 'curahan hati' terpidana mati Fredi Budiman saat ditemui di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada 2014.
"Kami ada anggaran dana operasional Kapolri, anggaran dari kami sendiri," kata Dwi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya jelas, surat tugasnya juga jelas untuk sebulan," ujar Dwi.
Dwi menyatakan pemeriksaan Johny dilakukan untuk mencari informasi keterlibatan oknum anggota Polri dalam bisnis narkotik Fredi. Johny diduga mengetahui sepak terjang peredaran narkotik yang diakomodir oleh kakaknya itu.
Penelusuran kembali dilanjutkan Tim Independen Polri pada Jumat (12/8) dengan mengorek informasi dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Tim ingin mengetahui informasi terkait keterlibatan Ajun Inspektur Polisi Dua Sugito dan Brigadir Polisi Kepala Bahri Afrianto dalam bisnis narkotik Fredi.
Sugito dan Bahri ditangkap setelah terlibat dalam praktik jual beli narkotik jenis sabu seberat 200 gram dengan bandar Fredi pada 2012 silam.
Pengadilan Negeri Jakarta Timur memvonis Sugito 9,5 tahun penjara, sementara Bahri dijatuhi hukuman sembilan tahun tiga bulan penjara. Keduanya juga sudah dipecat sebagai anggota Polri sejak 2012 lalu.
Dwi menyampaikan bahwa pihaknya ingin mengetahui lebih lanjut isi percakapan antara keduanya. Tim dalam waktu dekat ini akan meminta rekaman CCTV kepada Kementerian Hukum dan HAM.
Tim Independen Polri juga akan berangkat ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Senin pekan depan (15/8) untuk membuktikan bahwa Haris pernah bertemu Fredi Budiman pada 2014.
Dwi mengatakan proses pembuktian akan dilakukan dengan menemui sejumlah pihak yang diduga ikut dalam pertemuan kala itu.
"Kami akan konfirmasi ke beberapa orang yang hadir dalam pertemuan itu. Kami ingin membuktikan bahwa terjadi pertemuan Haris dengan Fredi," tuturnya. (wis/wis)