Ryamizard mengatakan, sektor pertahanan menerima pemangkasan anggaran sekitar Rp2,8 triliun pada periode pertama rapat anggaran di DPR RI. Begitu pun pada periode kedua, kementeriannya juga mendapat pengurangan anggaran.
"Ya kena semua. Yang lalu kan Rp2,8 triliun, pokoknya berapa triliun itu, periode ini juga kena (pemangkasan anggaran). Pasti ada penundaan pembaruan Alutsista," ujar Ryamizrad di Silang Monas, Selasa (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami lihat mana yang penting itu yang didahulukan. Bukan tidak dibeli tapi nanti, prioritas berikutnya," ujar Ryamizard.
"Yang penting kesejahteraan masyarakat. Tentara kan juga masyarakat dan bekerja untuk masyarakat kan. Jadi itu yang prioritas," ujar Ryamizrad.
Ryamizard berharap kondisi ekonomi ke depan membaik sehingga tidak ada pemangkasan anggaran pertahanan.
Berdasarkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Kementerian Pertahanan sebesar Rp 104,58 triliun. Anggaran tersebut turun 4,05% dibandingkan dengan anggaran tahun ini.
(gil)