Pakar politik CSIS Arya Fernandes berpendapat perebutan kursi Ketua umum PKPI oleh para purnawirawan jenderal bukan hal janggal, sebab elite partai itu memang diisi jajaran pensiunan jenderal.
"PKPI ini sejarahnya dibangun oleh para purnawirawan jenderal, jadi pertarungan seperti sekarang masuk akal," ujar Arya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itulah penyebab munculnya kepengurusan ganda. "Seandainya demokrasi internal bekerja, maka ada mekanisme yang disepakati oleh setiap kader."
Tak lama setelah Hendro mempublikasikan kemenangannya, Haris Sudarno angkat bicara. Haris adalah mantan Panglima Kodam V Brawijaya yang pensiun dengan dua bintang di pundaknya. Partai Kebangkitan Bangsa sempat mengusungnya pada sebuah pemilihan kepala daerah.
Haris mengklaim, pada kongres PKPI yang berlangsung 22 hingga 23 Agustus, pengurus partai tersebut memilihnya secara aklamasi menjadi ketua umum.
"Saya ditunjuk sampai terbentuk kepengurusan yang baru," ujarnya. Haris juga menuding forum yang memilih Hendro sebagai pertemuan abal-abal.
Kursi ketua umum PKPI sebelumnya diduduki Sutiyoso. Purnawirawan jenderal berbintang tiga itu melepaskan jabatan kepartaiannya usai ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Kepala BIN.
Sutiyoso tampak enggan mencampuri urusan politik PKPI. "Saya selama ini sudah tidak aktif. Sebaiknya tanya kepada Haris saja," ujarnya. (wis/agk)