Menurut Direktur Jenderal Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil Kemdagri Zudan Arif Fakrulloh, hingga saat ini warga yang belum merekam data e-KTP banyak terdapat di Provinsi Jawa Barat.
"Iya, sudah masuk 90 persen warga yang merekam data. Provinsi Jawa Barat yang paling banyak warganya belum rekam. Yang warganya tinggal sedikit belum merekam data DKI Jakarta," ujar Zudan melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan antusiasme warga untuk merekam data e-KTP meningkat pasca pengumuman tenggat perekaman yang jatuh akhir bulan ini. Dia mencatat, jumlah warga yang merekam data tiap harinya meningkat di kisaran angka tiga hingga enam kali lipat.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah tetap menargetkan perekaman data e-KTP hingga akhir bulan ini. Namun, dia tak menutup kemungkinan perekaman data e-KTP dilakukan setelah melewati tenggat yang diberikan.
Kementerian itu menargetkan perekaman data e-KTP seluruh warga dapat rampung pertengahan tahun depan. Jika perekaman telah selesai, masalah data ganda kependudukan juga diyakini akan hilang.