Kepada wartawan, Tito mengatakan Syafruddin pantas menjadi Wakil Kapolri dan bisa mampu membantu tugasnya sebagai Kapolri.
"Iya, besok pagi. Pak Syafruddin," jawab Tito sebelum meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (9/9).
Syafruddin sempat mengisi posisi penting sejak berdinas tahun 1985. Pada tahun 2004, ia pernah menjabat sebagai Ajudan Wakil Presiden RI pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.
Akhir 2009, dia menjabat sebagai Wakil Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Kalimantan Selatan, dan Kadiv Propam Polri.
Ditemui di DPR hari ini, Senin (5/9), Syafruddin tak mau berkomentar soal kursi Wakapolri. Dia hanya melambaikan tangan dan menyerahkan semua pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat duduk, Syafruddin terlihat duduk di kursi sebelah kiri Tito yang biasanya ditempati oleh Wakapolri. Peristiwa tersebut sontak diabadikan awak media yang sudah bersiap di balkon Komisi Hukum.
Pimpinan Komisi III Desmon J Mahesa bahkan berkomentar mengenai hal tersebut. Desmond dengan sengaja memanggil Syafruddin dengan sebutan "calon Wakapolri”, yang disambut gelak tawa seluruh peserta rapat.
(wis/rdk)