Basri alias Bagong ditangkap Satgas Operasi Tinombala bersama istrinya Nurmi Osman alias Oma, tanpa perlawanan, Rabu (14/9) kemarin.
"Iya dong (proses hukum) semua berjalan. Jangankan itu, yang kemarin Santoso saja ada proses hukumnya," kata Suhardi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Suhardi menjelaskan jaringan MIT belum akan habis walaupun kedua pucuk pimpinannya sudah tertangkap dan tewas.
"Bagaimana kami mereduksi radikalisme dan sebagainya. Itu kamj coba terapkan, kami rangkul semua pihak," ujar Suhardi.
Kemarin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan kondisi kelompok MIT sudah sangat lemah dengan tertangkapnya Basri dan tewasnya Santoso.
Tito berkata, setelah Basri tertangkap, tampuk kepemimpinan kelompok Santoso kini diperkirakan ada di tangan Ali Kalora. Namun Ali dinilai tak selihai Santoso atau Basri dalam memimpin kelompok itu.
Tito mengatakan, Polri dibantu TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Tinombala, akan terus mengejar sisa-sisa anak buah Santoso sampai tertangkap semua.
Untuk mempermudah kerja petugas, Tito mengimbau pengikut Santoso untuk menyerah meski ia mengakui hal tersebut sulit dilakukan.