Tiga Sebab yang Bisa Kalahkan Ahok di Pilkada DKI Jakarta

Raja Eben Lumbanrau, CNN Indonesia | Rabu, 21/09/2016 07:35 WIB
Tiga Sebab yang Bisa Kalahkan Ahok di Pilkada DKI Jakarta Salah satu faktor yang bisa menyebabkan Ahok gagal dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 adalah dirinya sendiri, seperti terjerat masalah hukum atau politik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya memilih Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Artinya, terdapat empat partai yang mendukung Ahok, panggilan Basuki, yaitu PDIP, Golkar, NasDem, dan Hanura. Keempat dukungan partai tersebut sangat kuat dengan total kursi DPRD DKI 52 kursi. Padahal, hanya butuh 22 kursi bagi partai untuk mengajukan calon.

Elektabilitas Ahok dalam beberapa survei juga masih menduduki posisi teratas. Sulit dikalahkan oleh calon-calon dari partai lainnya.


Walaupun demikian, menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, Ahok masih bisa dikalahkan. Terdapat tiga sebab yang bisa menjatuhkan Ahok.
Pertama, Ahok harus berhadapan dengan figur yang memiliki elektabilitas tinggi. Contohnya yang memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Namun, jika penantang Ahok masih mencalonkan sosok yang elektabilitas rendah, maka Ahok sulit terkalahkan. Bahkan, Ahok bisa menang mudah.

"Kalau lawan Ahok itu Sandiaga dan muncul nama Anies Baswedan. Figur mereka masih sulit mengalahkan Ahok karena dalam satu titik ada gap yang jauh, meskipun marketing politiknya kuat. Sandiaga dan Anies harus bekerja keras," kata Gun Gun saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, (20/9).
Nama Sandiaga Uno dan Anies Baswedan berpotensi besar akan dicalonkan jadi cagub penantang Ahok. Sandiaga diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahteran. Anies diusung oleh Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Faktor kedua yang bisa mengalahkan Ahok adalah soliditas koalisi yang terbangun. Sebaliknya, jika terjadi perpecahan yang lebar di antara partai bukan pendukung Ahok, maka mantan Bupati Belitung Timur tersebut sangat diuntungkan.

"Sebaliknya, kalau pertarungan ke Ahok head to head. Partai koalisi penantang Ahok dapat mengkonsolidasikan kekuatan secara penuh. Mereka juga dapat menggunakan jaringan partai di akar rumput. Namun jika terpecah-pecah (parpol) maka Ahok sulit dikalahkan," kata Gun Gun.
Ketiga, Ahok dapat kalah jika terjerat kasus hukum sehingga tidak dapat mencalonkan diri, atau kasus politik yang menyebabkan elektabilitasnya terjun bebas.

"Yang bisa meruntuhkan Ahok itu Ahok sendiri. Contoh, jika terkena masalah hukum, dan politik yang menyebabkan Ahok jatuh dengan sendirinya," kata dia. (rel/obs)