Para kader diminta untuk mencegah setiap bentuk kekerasan menyusul terjadinya bom rakitan terjadi di kediaman sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Papua, Kamis (13/10). Korban adalah Martinus Anthon Werimon. Pada Rabu malam, dia baru saja menghadiri sidang di Panitia Pengawas Pemilu soal penetapan bakal calon walikota dan wakil.
“Papua, Aceh, DKI Jakarta, masuk dalam kategori rawan di pilkada,” kata Yorrys kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selebihnya Yorrys enggan untuk berspekulasi terkait motif dalam kasus tersebut. “Kami serahkan saja ke pihak berwajib, polisi harus bisa ungkap secepatnya, motif, dan pelaku,” kata Yorrys yang menyebut korban tidak punya kesalahan terkait pilkada.
"Cara-cara kekerasan tidak akan menyelesaikan. Kader Partai akan menjaga soliditas untuk mendukung calon yang telah diputuskan oleh partai," kata Ace saat dihubungi CNNIndonesia, Kamis (13/10).
Lanjutnya, Ace mengutuk bom yang dilakukan menjelang pilkada. Gegap gempita demokrasi tersebut tidak boleh diciderai dengan cara kekerasan. Apalagi, Papua dalam tahap konsolidasi membangun tatanan demokrasi.
"Seharusnya demokrasi itu, arenanya dalam Pilkada. Itu cara paling beradab dan fair untuk memilih pemimpin terbaik. Oleh karena itu cara kekerasan, mencedari semangat demokrasi," katanya.
Ace menghimbau, masyarakat Papua dan daerah untuk tidak terpengaruh dengan tindakan provokasi jelang pilkada.
(obs)