Rumah Sutan Bhatoegana Terus Dibanjiri Pelayat

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Sabtu, 19/11/2016 21:36 WIB
Rumah Sutan Bhatoegana Terus Dibanjiri Pelayat Sutan Bhatoegana meninggal di Rumah Sakit Bogor Medical Center pada Sabtu (19/11) akibat kanker hati. (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutan Bhatoegana tutup usia pada Sabtu (19/11) pagi, di Rumah Sakit Bogor Medical Centre (BMC). Sebelumnya, dia mendapatkan perawatan intensif karena terkena kanker hati.

Politisi Partai Demokrat itu kemudian dimakamkan di pemakaman umum Giri Tama, Tonjong, Bogor, siang tadi.

Namun, hingga malam tiba, puluhan pelayat terus mendatangi rumah almarhum Sutan di Perumahan Vila Duta, RT 4/RW 7, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.


Menurut Mizwar Jalaluddin, salah satu tetangga Sutan, kehidupan warga penghuni di perumahan mewah tersebut sangat tertutup. Jarang ada interaksi karena kesibukan masing-masing.

"Sosok Pak Sutan sendiri jarang terlihat di beraktivitas di komplek ini, kalau diingat-ingat ini ketiga kalinya rumah Pak Sutan ramai dikunjungi orang," kata Mizwar yang bekerja sebagai Diplomat, dilansir ANTARA.

Mizwar menyebutkan, pada Mei 2013 Sutan menggundang seluruh warga komplek beserta majelis ta'lim untuk menghadiri syukuran dan pengajian di rumah barunya.

"Ini kali pertama rumahnya ramai di acara syukuran menempati rumah baru, sekaligus persiapan pernikahan anaknya," katanya.

Kali kedua rumah Sutan ramai diserbu awak media karena adanya penggeledahan yang dilakukan oleh KPK pada 18 Januari 2014 silam. Dari pagi hingga malam rumah tersebut didatangi sejumlah awak media, hingga petugas keamanan menjaga ketat lokasi.

"Kedua kalinya, rumah ramai lagi ketika ada KPK datang menggeledah," katanya.

Untuk ketiga kalinya, lanjut Mizwar, rumah Sutan Bhatoegana ramai didatangi orang, tetapi dengan suasana berbeda. Sutan meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker hati.

Menurut Mizwar, walau Sutan tidak terlalu aktif berinteraksi dengan tetangga sekitar, istri almarhum dikenal aktif mengikuti majelis ta'lim di Komplek Perumahan Vila Duta.

"Kalau istri beliau lebih aktif, rajin mengikuti majelis ta'lim. Makanya warga dan majelis ta'lim semuanya hadir melayat sebagai bentuk penghormatan," katanya.

Mizwar mengenang, sebulan setelah diperiksa KPK Januari 2014 lalu, Sutan Bhatoegana pernah menyempatkan diri shalat Jumat berjamaah di Masjid Al Amanah di Komplek Perumahan Vila Duta.

"Tidak biasanya Pak Sutan juga sempat makan bersama dengan warga di mesjid, karena setiap selesai Jumatan dan Tadaburan ada acara makan bersama di Mesjid," ujar Mizwar yang juga salah satu pengurus Mesjid tempat Sutan Bhateogana tinggal.

Kabar meninggalnya Sutan pertama kali diungkapkan Kabag Humas Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan (Ditjen Lapas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Akbar Hadi.

Sutan divonis bersalah pada 2015 karena menerima suap dalam pembahasan APBN Perubahan tahun 2013 untuk Kementerian ESDM. Sutan menerima suap ketika berstatus sebagai Ketua Komisi Energi DPR. Dia dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun. (ANTARA/les)