Jusuf Kalla: Status Tanggap Darurat di Aceh Sampai 2 Bulan

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Kamis, 08/12/2016 13:31 WIB
Jusuf Kalla: Status Tanggap Darurat di Aceh Sampai 2 Bulan Petugas mengoperasikan alat berat untuk mencari korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah toko (ruko) akibat gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12).(ANTARA FOTO/Ampelsa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan status tanggap darurat di Aceh akibat gempa bumi, kemarin, dilakukan satu sampai dua bulan.

JK merasa bencana gempa bumi Aceh harus menjadi perhatian semua orang, bukan hanya pemerintah belaka. Dia pun meminta agar proses rehabilitasi dan evakuasi korban dilakukan oleh pemerintah dan dibantu juga oleh masyarakat.

"Semua sudah jelas masalahnya, pemerintah bersama rakyat harus kerja keras untuk evakuasi sembari merehabilitasi," kata Jusuf Kalla saat ditemui di kawasan Darmawangsa, Jakarta, Kamis (8/12).


Menurut JK masyarakat saat ini tak perlu lagi memikirkan perbedaan informasi yang muncul dari Aceh. Bagi JK persoalan bencana di Aceh sudah sangat jelas dan harus segera dilakukan tindakan.

"Pokoknya bencana dan selalu jika bencana itu tanggap daruratnya satu, dua bulan," kata Jusuf Kalla.

Gempa mengguncang Aceh Rabu waktu subuh kemarin saat sebagian warga masih tertidur. Akibat kerasnya goncangan gempa, banyak bangunan roboh.

Pusat gempa berada di 5,19 derajat lintang utara dan 96,36 derajat bujur timur. Pusat gempa berada di 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya, 34 kilometer barat laut Kabupaten Bireuen, 48 kilometer timur laut Kabupaten Pidie, 121 kilometer tenggara Banda Aceh atau 1.716 kilometer barat laut DKI Jakarta.

Jumlah korban tewas saat ini sudah menyentuh angkah 97 orang. Sementara yang terluka 214 orang. Korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya.

Dua kabupaten tersebut dan Kabupaten Bireuen saat ini berstatus sebagai daerah tanggap darurat.

(obs/obs)