CNNIndonesia.com berusaha mendatangai kantor perusahaan tersebut yang beralamat di jalan tebet timur dalam No. 95A, Jakarta Selatan.
Alamat tersebut sesuai dengan yang tercantum di situs layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bakamla, lpse.bakamla.go.id.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada sebuah bank berkantor persis di sebelah kantor MTI itu. Petugas keamanan bank mengatakan, kemarin masih ada aktivitas di kantor itu. Namun hari ini tak ada tanda-tanda kantor digunakan.
"Orang-orang di kantor itu cenderung tertutup," katanya.
Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, Eko diduga membantu PT MTI memenangkan lelang tersebut. Bantuan tidak gratis karena ada perjanjian duit. Suap diberikan setelah MTI memenangkan lelang.
Agus menuturkan, modus yang dilakukan Eko agar PT MTI memenangkan proyek adalah dengan mengatur spesifikasi barang yang ditenderkan. Meski proses lelang dilakukan secara online, Eko diduga sengaja menyesuaikan barang Bakamla dengan barang yang dimiliki PT MTI.
Dalam kasus ini selain Eko, KPK telah menetapkan tiga tersangka lain yakni Direktur Utama PT MTI Fahmi Darmawansyah dan dua pegawainya Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus.
Eko dan dua pegawai MTI kini sudah ditahan KPK. Sementara Fahmi masih dalam pencarian. Ia ditengarai berada di luar negeri dan diminta menyerahkan diri.