Rusdi menuturkan hal itu kepada pewarta usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk Ratna di Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (19/12).
"Yang ditanyakan berkaitan dengan Ibu Ratna Sarumpaet. Sejak kapan saya kenal, apakah ada kerja sama, apakah Ibu Ratna mengajak buruh aksi ke DPR, saya bilang tidak ada " ujarnya.
Lihat juga:Permadi Bantah Pertemuan di UBK Bahas Makar |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusdi menuturkan, pada 2 Desember lalu lembaganya berunjuk rasa untuk menuntut pencabutan Peraturan Gubernur 78/2015 tentang pengupahan agar upah buruh meningkat sebesar 15 hingga 20 persen.
"Buruh turun tanggal 2 Desember, tapi tempat dan agendanya terpisah. Kami mau aksi di sekitar Patung Tani tapi sebagian tidak bisa masuk karena sekitar jam 8 pagi lokasi sudah penuh," ucapnya.
Selain itu, Rusdi mengklaim, buruh tidak mempunyai keinginan untuk melakukan makar. Rusdi juga membantah bahwa dirinya terlibat dalam sejumlah pertemuan yang dilakukan Ratna terkait dugaan makar.
Pada 2 Desember pagi, kepolisian menangkap Ratna Sarumpaet dan sejumlah aktivis politik lain seperti Rachmawati Soekarnoputri dan Sri Bintang Pamungkas.
Kepolisian menuding mereka hendak melakukan makar. Kini Ratna, Rachmawati, dan Sri Bintang berstatus sebagai tersangka pada kasus tersebut.