Kepala Polres Payakumbuh Ajun Komisaris Besar Polisi Kuswoto mengatakan, pelaku diduga terkait dengan jaringan teroris di Solo pada 2015.
"Yang bersangkutan terlibat Jaringan Teroris Solo, sedangkan kawan-kawannya sudah ditangkap November 2015," kata Kuswoto di Payakumbuh dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abi Zaid alias Ruswandi adalah terduga teroris yang ditangkap di Cilacap, Jawa Tengah pada tahun 2015. Abi merupakan mantan jaringan Jamaah Islamiyah yang berkorelasi dengan ISIS.
Setelah ditangkap, Hamzah lansung dibawa ke Padang oleh Tim Densus 88 bersama Satuan Brimob Polda Sumbar.
Sementara Kapolda Sumatera Barat Brigadir Jenderal Basaruddin membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Kota Payakumbuh. Pantauan di lokasi, penangkapan pelaku mengganggu arus lalu lintas, sebab lokasi penangkapan berada di pinggir jalan utama kota itu.
Selain itu, penangkapannya juga membuat masyarakat setempat terkejut dan beramai-ramai menyaksikan petugas menangkap serta menggeledah bengkel serta rumah kontarakan pelaku.
Di tempat yang berbeda tapi waktu yang sama, tim Densus juga mengeledah sebuah kontrakan terduga teroris di Kampung Curug RT 2/1, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten.
Dalam pengeledahan, tiga terduga tewas dan satu orang berhasil diselamatkan. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, terduga teroris merupakan bagian dari sel-sel kecil yang dibentuk anggota ISIS asal Indonesia, Bahrun Naim.
Awal mulanya penggerebekan, polisi menangkap seorang terduga teroris bernama Adam Noor Syam, di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan pada pukul 08.00 WIB. Adam mengaku akan melakukan serangan teror di Pos Polisi Lalu Lintas yang berlokasi di depan Rumah Sakit Eka, Serpong. Kemudian polisi meluncur ke kontrakan pelaku.
"Dari hasil interogasi diperoleh informasi bahwa mereka berencana untuk melakukan aksi teror pada akhir tahun 2016, dengan target Pos Lantas di RS Eka Serpong," kata Rikwanto. (rel/yul)