Terduga Teroris Jatiluhur Dikenal Ramah oleh Tetangga

Lesthia Kertopati & Zai Haq, CNN Indonesia | Senin, 26/12/2016 03:00 WIB
Terduga Teroris Jatiluhur Dikenal Ramah oleh Tetangga Densus 88 Antiteror kembali menangkap terduga teroris yang bersembunyi di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Minggu (25/12). (AFP PHOTO / Demy SANJAYA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menggeledah tiga rumah di Padalarang, Bandung Barat, Minggu (25/12) malam. Salah satunya merupakan rumah kontrakan tempat tinggal Rizal, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Jatiluhur, Purwakarta.

Tetangga Rizal, Dedi (45) menjelaskan, Rizal baru sekitar dua bulan mengontrak di rumah tersebut. Sehari-hari Rizal dikenal sebagai orang yang ramah dan kerap bersosialisasi dengan warga sekitar.

"Baru dua bulanan di sini, mengontrak dari November. Orangnya ramah dan bersosialisasi dengan tetangga," kata Dedi, saat ditemui di rumah kontrakan RIzal, Minggu (25/12) malam, dikutip Detikcom.


"Minggu pagi kita kumpul di pos, dia datang dan memperkenalkan diri. Kalau istrinya bercadar, dia di rumah saja enggak bersosialisasi. Pak Rizal jualan milk shake pakai motor," jelasnya.

Akan tetapi, menurut Dedi, sudah seminggu terakhir rumah kontrakan Rizal tak berpenghuni. Hal tersebut disadari Dedi karena jemuran pakaian yang tak diangkat selama berhari-hari.

"Kemarin itu saya dengan Pak RT dan tim keamanan sempat ke rumah itu karena khawatir. Bukan khawatir teroris, enggak kepikir ke sana. Takutnya sakit atau meninggal enggak ketahuan. Engsel jendelanya terbuka. kita cek ke dalam enggak ada yang mencurigakan," tutur Dedi.

Lebih lanjut, Dedi tak menyangka jika Rizal diduga terlibat terorisme. Rizal dan seorang lainnya, Ivan telah diamankan Densus 88 atas dugaan teror. Sementara dua lainnya, Abu Fais dan Abu Sofi tewas ditempat karena melawan saat akan ditangkap petugas.

Adapun, rumah Abu Sofi di Kampung Cikupa, Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, juga sudah lama kosong. Tetangga menyebut, rumah petak berukuran 4x3 meter itu, sudah sebulan tidak ditempati.

Menurut tetangga, Abu Sofi merupakan orang yang tertutup. Selama tiga bulan terakhir, dia berjualan minuman di depan sekolah dasar.


(Detikcom/les)