Jusuf Kalla Tinjau Lokasi Banjir Bima

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 28/12/2016 07:49 WIB
Jusuf Kalla Tinjau Lokasi Banjir Bima Banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat. (Dok. BPBD NTB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini, Rabu (28/12), bertolak ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meninjau lokasi terjadi banjir bandang yang pekan lalu menerjang Kota Bima.

Dalam keterangan dari Sekretariat Wakil Presiden, JK pertama-tama akan meninjau posko utama banjir yang terletak di kantor Pemerintaha Kota Bima. Di situ, JK diagendakan akan menerima laporan terkini dari perkembangan penanganan penanggulangan bencana banjir.

Setelah menerima laporan, JK akan langsung turun ke beberaoa lokasi yang terkena banjir. Dia akan mengecek persediaan logistik kebutuhan para korban.


"Wapres akan meninjau langsung beberapa wilayah yang terkena banjir dan mengecek posko logistik kebutuhan korban," ujar keterangan Setwapres yang diterima CNNindonesia.com.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB melansir sebanyak 105.758 jiwa penduduk di Kota Bima terkena dampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/12) dan Jumat (23/12).

"Jumlah keseluruhan yang terkena dampak banjir lima Kecamatan (33 kelurahan) penduduk 105.758 jiwa dan mengungsi sebanyak 104.378 jiwa," kata Kepala BPBD NTB Mohammad Rum dalam pesan tertulis yang diterima wartawan di Mataram.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi ketinggian air sudah mulai surut akibat banjir yang menerjang kota Bima pada Rabu (21/12) dan Jumat (23/12).

Sementara, wilayah yang terdampak berada di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Rasanae Timur (4 kelurahan) penduduk terdampak 3.581 jiwa, mengungsi 3.581 jiwa. Selanjutnya, Kecamatan Mpunda (9 kelurahan) penduduk terdampak 30.078 jiwa, mengungsi 29.553 jiwa.

Selain itu Kecamatan Raba (10 kelurahan) peduduk terdampak 19.955 jiwa, mengunsgsi 19.705 jiwa. Kecamatan Rasanae Barat (6 kelurahan) penduduk terdampak 33.492 jiwa, mengungsi 32,892 jiwa, dan Kecamatan Asakota (4 kelurahan) peduduk terdampak 18.648 jiwa, mengungsi 18.648 jiwa.

Sehingga, total keseluruhan, lima Kecamatan (33 kelurahan) terdampak 105.758 jiwa, mengungsi 104.378 jiwa. (rdk)