Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data dan informasi terkait lembaga kemanusiaan yang biasa dijadikan tempat penampungan bantuan untuk kelompok teroris di luar negeri.
"Pengumpulan informasi tidak bisa sendiri, ada Kementerian Luar Negeri, Interpol, dan sejumlah instansi terkait lainnya untuk mengumpulkan informasi terkait video tersebut," kata Martinus di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya kami tidak bisa bekerja sendiri, karena ada bidang tertentu yang menangani. Seperti Interpol, mereka punya data yang sudah dikategorikan, siapa penyandang dana teroris sampai kelompoknya," ujar Martinus.
Zain menduga logistik yang diberikan IHR ditujukan untuk mendukung para teroris Jaysh Al-Islam, kelompok pemberontak pemerintahan Bassar Al-Assad. IHR merupakan lembaga pimpinan Bachtiar Nasir, yang juga ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).
Namun IHR langsung membantah isu donasi yang digalang untuk Suriah ditujukan untuk membantu kelompok teror di negara tersebut. IHR menyebut isu itu sebagai fitnah.
Dalam situs resminya, IHR menyebut, pihak yang mengaitkan mereka dengan GNPF MUI berusaha melakukan usaha memecah belah solidaritas umat Islam.
"Pihak-pihak yang melakukan propaganda ini hanya menyandarkan kepada satu potongan berita, tanpa mau melihat informasi secara utuh," demikian pernyataan sikap IHR dalam situs resmi lembaga itu, Selasa (27/12). (pmg/yul)