Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menceritakan, usai perampokan, anak buah Ramlan bernama Erwin Situmorang menitipkan sebuah karung yang berisi senpi kepada Ginon.
"Pak Ginon, dua hari kalau saya tidak datang tolong dikasihkan ke teman saya, nanti mau diambil teman saya" kata Argo menirukan ucapan Erwin di Jakarta, Jumat (30/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, kata Argo, karung tersebut diambil oleh teman Erwin dari Ginon. Namun, Argo tidak menyebutkan identitas teman Erwin tersebut.
"Kemudian kami ambil karung itu, ternyata isinya ada senjata api dua buah. Senpi ini sudah diamankan dan sedang diteliti, apakah senpi organik atau softgan atau senpi apa," katanya.
Argo mengatakan, kini, Ginon beserta kakak perempuannya sedang diperiksa insentif di Polres Jakarta Timur. Pemeriksaan untuk mengetahui motif dan tujuan perampokan serta mencari keberadaan pelaku lainnya, Ridwan Sitorus alias Ius Pane alias Marihot Sitorus.
"Kami masih mencari keberadaan DPO ini (Ius Pane). Semua jajaran mendeteksi. Kami sebarkan ke Kamtibmas untuk mendeteksi keberadaan yang bersangkutan," katanya.
Warga Jakarta, Senin (26/12) digegerkan oleh berita perampokan yang menewaskan enam orang, yaitu pemilik rumah Dodi Triono (59), dua anak Dodi bernama Diona Arika (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel (teman Dianita), serta Yanto dan Tasrok (40) yang merupakan sopir keluarga. Sedangkan, korban yang selamat adalah anak Dodi bernama Zanette Kslila Azaria (13), Emi (41), Santi (22), dan dua orang pekerja rumah tangga Fitriani, dan Windy.
Dodi bersama korban lainnya disekap komplotan itu di dalam kamar madi berukuran 2x1 meter tanpa ventilasi udara. Enam orang tewas karena kekurangan oksigen. (rel/gil)