"Ada pejabat daerah, pegawai negeri sipil, dan swasta. Ada pula kepala sekolah dasar dan staf kecamatan," ujar Febri di Jakarta, Jumat petang, soal latar belakang saksi yang diperiksa lembaganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada info dari Komisi ASN, kami akan dengan senang hati terima informasi itu," kata dia.
Kamis kemarin, KPK juga memeriksa belasan orang di Polres Klaten terkait kasus yang menyeret Sri Hartini. Merujuk keterangan Kepala Bagian Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Klaten, Sartiyasto, belasan koleganya, termasuk dia, secara maraton telah diperiksa penyidik KPK sejak awal pekan ini.
"Saya sudah mengungkapkan semua yang saya ketahui kepada tim penyidik KPK," tutur Sartiyasto, seperti dilansir Antara.
KPK menangkap dan menjadikan Sri Hartini sebagai tersangka 30 Desember lalu. Melalui operasi tangkap tangan, KPK juga menyita uang senilai Rp2 miliar dan US$100.
Sementara pada penggeledahan Ahad kemarin, KPK kembali menyita uang senilai Rp3,2 miliar dari rumah dinas Sri Hartini. Febri berkata, penyidik menemukan uang itu di kamar anak Sri. (rud/pmg)