Prabowo Tepis Isu Gerindra Ditawari Jatah Menteri

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Senin, 09/01/2017 05:52 WIB
Prabowo Tepis Isu Gerindra Ditawari Jatah Menteri Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membantah isu yang menyebut partainya mendapat tawaran empat menteri di pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pergantian kabinet yang akan datang.

Menurut Prabowo, hingga kini partainya belum mendapat tawaran apapun terkait pos menteri di pemerintahan.

"Enggak ada (tawaran) tuh belum, dan saya sudah bilang bagi kami yang penting kalau negara dalam keadaan susah, Gerindra pasti akan membantu pemerintah. Tapi membantu kan tidak perlu di kabinet," kata Prabowo di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (8/1) malam kemarin.


Isu tawaran Gerindra masuk dalam pergantian kabinet Jokowi-JK sebelumnya dihembuskan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono. Arief menyebut Gerindra ditawarkan empat kursi menteri, meski dia tak menjelaskan secara detail.

Pihak Istana pun sudah membantah isu ini, termasuk Jokowi sendiri. Jokowi menyatakan tidak ada pergantian kabinet dalam waktu dekat.

Prabowo pun mengaku tidak mengetahui informasi yang didapatkan Arief. Dia hanya mengatakan partainya tetap mendukung jalannya pemerintahan Jokowi-JK meski berada di luar pemerintahan.

"Kami sekarang sudah sering membantu, yang penting kalau kepentingan nasional kita harus kompak lah," ujar Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu berpendapat, Jokowi sebagai presiden paling mengetahui kebutuhan dalam kabinetnya. Sehingga, peran Gerindra yang berada di luar pemerintahan saat ini menurutnya menjadi bagian dalam check and balances dalam menjalankan demokrasi di Indonesia.

Prabowo menegaskan partainya hingga kini masih nyaman mengambil peran mengawasi pemerintah yang berkuasa. Ia pun meminta kepada awak media untuk tidak lagi berspekulasi mengenai kabar masuknya Gerindra dalam pemerintahan.

"Jadi sudahlah itu tidak perlu kalian spekulasi. Jangan-jangan, hoax lagi dijanjiin 4 kursi, 8 kursi," kata Prabowo. (gil)