Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado tahun 2014 mencatat, sebanyak 101 rumah hanyut, 18 orang meninggal dunia, 2 orang hilang, dan 86.355 jiwa atau 25.103 kepala keluarga mengungsi akibat banjir bandang tersebut. Hampir tiga bulan Nita ikut mengungsi bersama anggota keluarganya.
“Dulu banjir besar langsung hilang semua harta terbawa air. Tinggal pakaian di badan saja yang tersisa,” kata Nita kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sejak Januari 2017, Nita bisa bernafas lega. Ia menjadi salah satu korban banjir bandang yang direlokasi ke Desa Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Nita bersama 1.000 kepala keluarga lainnya menempati hunian tetap di bekas lahan milik pemerintah kota Manado di Desa Pandu.
“Tapi masih bersyukur kami punya tempat tinggal, gratis pula,” ujar Nita.
Suasana Desa Pandu, kawasan relokasi korban banjir Manado. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi) |
Relokasi ini merupakan tahap pertama dari dua tahap yang direncanakan. Targetnya, ada 2.054 kepala keluarga yang direlokasi.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, korban banjir bandang dapat memulai hidup baru di tempat tersebut dan melupakan kejadian yang menimpa mereka.
“Suasana di tempat ini bagus, udaranya sejuk. Semoga bapak ibu betah dan kerasan tinggal di sini,” kata Khofifah saat menyerahkan bantuan langsung di di Desa Pandu.
Oleh karena itu, ia mengaku senang dengan kondisi hunian tetap di Desa Pandu. Udara yang masih segar dengan pemandangan berlatar hijau, menurut Khofifah, menjadi aset besar bagi korban banjir bandang. Ia menilai tempat itu bisa menjadi lokasi wisata bagi orang-orang dari Kota Manado maupun di luar Manado.
Suasana Desa Pandu, kawasan relokasi korban banjir Manado. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi) |
“Tidak mendahului pemerintah Kota Manado, tempat ini akan menjadi ‘Kota Mandiri Pandu Bunaken’. Kita buat produk unggulan dari Desa Pandu, orang dari Kota Manado tentu juga senang wisata ke sini karena kaya oksigen,” ucapnya.
Meski demikian, akses jalan yang sulit dan lokasi yang jauh dari fasilitas publik menjadi hal yang dikeluhkan korban banjir.
“Nanti kami bangun fasilitas publik bagi warga, sehingga tidak jauh kalau mau ke mana-mana. Kami akan siapkan juga jalur angkutan baru ke luar kota,” katanya.
Pernyataan Vicky mendapat sambutan meriah dari para korban banjir bandang. Nantinya akan akan ada 1.054 kepala keluarga lagi yang direlokasi ke Desa Pandu. Seperti Nita, para korban banjir bandang lainnya berharap bisa melanjutkan hidup lebih baik.
Ada harapan dari tempat tinggal baru di Desa Pandu. (sur)
Suasana Desa Pandu, kawasan relokasi korban banjir Manado. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)