Antasari Sebut SBY Lobi Kasus Aulia Pohan Lewat Hary Tanoe

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Selasa, 14/02/2017 14:45 WIB
Antasari Sebut SBY Lobi Kasus Aulia Pohan Lewat Hary Tanoe Antasari menyebut SBY pernah mencoba melobi kasus Aulia Pohan melalui Hary Tanoesoedibjo. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar menyebut Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono pernah melobi dirinya terkait kasus korupsi Aulia Tantowi Pohan. Lobi dilakukan SBY melalui bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo malam hari di kediamannya.

Antasari mengatakan, lobi dilakukan agar Aulia tidak ditahan oleh penyidik KPK. Besan SBY tersebut saat itu terjerat kasus korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar.

"Waktu itu ada orang malam-malam datang ke rumah saya, yaitu Hary Tanoesoedibjo, dia diutus Cikeas datang ke rumah saya minta agar saya tidak menahan Aulia Pohan," kata Antasari saat memberikan keterangan pers di kantor sementara Badan Reserse Kriminal Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/2).
Antasari menuturkan, lobi itu terjadi sekitar Maret 2009. Dalam perbincangan keduanya, Hary meminta Antasari menuruti permintaannya.


"Kalau saya tidak bisa penuhi target, bagaimana laporan, saya bisa ditendang dari Cikeas, bapak juga hati-hati," kata Antasari menirukan ucapan Hary Tanoe kala itu.

Menyikapi permintaan itu, Antasari mengatakan bahwa KPK memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap menangani perkara korupsi.
Ia pun menegaskan, siap menanggung segala risiko dari keputusan penahanan Aulia Pohan.

"Saya memilih jabatan, profesi penegak hukum, konsekuensi apa pun saya terima. Saya bicara hari ini pun saya siap mati besok. Saya tidak peduli ya, itu tolong dicatat," tutur Antasari.

Antasari merupakan mantan Ketua KPK jilid dua di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pria kelahiran Pangkal Pinang itu menjabat pimpinan KPK sejak tahun 2007 hingga 2009.
Di bawah kepemimpinannya, KPK menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani dalam kaitan penyuapan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Karier Antasari terhenti lantaran terlibat pembunuhan berencana. Pada 11 Februari 2010 Antasari divonis hukuman penjara 18 tahun karena terbukti bersalah menjadi otak pembunuhan Nasrudin.

Oktober tahun lalu, Antasari bebas bersyarat. Setelah mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo, Antasari kini dinyatakan bebas murni.