Jakarta Siaga Dua dan Tiga Hadapi Banjir

Yuliawati, CNN Indonesia | Selasa, 21/02/2017 09:11 WIB
Jakarta Siaga  Dua dan Tiga Hadapi Banjir BNPB menetapkan status banjir di wilayah ibu kota memasuki tahap siaga dua dan tiga akibat hujan yang terus mengguyur sejak Selasa dini hari. (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan deras yang mengguyur di wilayah di Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa dini hari menyebabkan banjir di beberapa tempat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menetapkan status banjir di wilayah ibu kota memasuki tahap siaga dua dan tiga.

Debit sungai tinggi menyebabkan pintu air di Kali Karet dan Pulogadung status siaga dua dengan ketinggian 700 sentimeter. Sedangkan Sungai Ciliwung di Manggarai dan Sungai Angke Hulu status siaga tiga atau diposisi 175 sentimeter.

“Hujan masih merata dan berpotensi meningkatkan debit banjir,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jakarta, Selasa (21/2).


Berdasarkan laporan masyarakat dari media sosial dari Petabencana.id terpantau banjir dan genangan merata di Jakarta Timur, Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Barat. Di kawasan Jakarta Selatan juga mengalami banjir di beberapa titik.
Dia antaranya banjir masih merendam beberapi lokasi di Kelurahan Cipinang Melayu Kecamatan Makasar Jakarta Timur. Terowongan (underpass) di Cawang terendam banjir.

“Masyarakat dihimbau untuk waspada. BMKG memperkirakan potensi hujan masih cukup tinggi, waspadai banjir,” kata Sutopo.

Selain di kawasan hilir, di wilayah hulu seperti Bogor ketinggian air terus diawasi. Ketinggian muka air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa pagi berada diposisi 50 centimeter atau kondisi siaga empat.

"Pukul 05.00 WIB tinggi muka air di Bendung Katulampa bertahan 50 cm, atau siaga empat banjir untuk wilayah Jakarta," kata Kepala Penjaga harian Bendung Katulampa, Andi Sudirman, seperti dilaporkan Antara.
Menurut Andi, selama tiga hari terakhir ketinggian muka air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa berstatus siaga empat banjir atau bertahan 50 cm. Kondisi ini seiring dengan hujan gerimis yang mengguyur kawasan Puncak.

Dari tanggal 19 Februari 2017 ketinggian permuan air di Bendung Katulampa bertahan 50 cm, situasi di kawasan Puncak mendung tipis sampai pukul 21.00 WIB. Kondisi tersebut terus bertahan keesokan harinya.

Senin (20/2) pagi, pukul 05.00 WIB tinggi muka air Sungai Ciliwung di bendung masih bertahan 50 cm. Hujan gerimis tipis masih mengguyur kawasan Puncak selama seharian. Hingga pukul 21.00 WIB terjadi kenaikan muka air mencapai 60 cm.

Selasa dinihari, terjadi penurunan tinggi muka air bertahan di tingkat 50 cm. Hingga Selasa pagi, pemukaan air masih bertahan siaga empat banjir.
"Kami terus menginformasikan kenaikan permukaan air di Bendung Katulampa kepada BPSDM Pemprov Jawa Barat dan juga Pusdatin Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta," katanya.

(yul)