Sekretaris PT SMI Agung Wiharto mengatakan, setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencabut izin lingkungan mereka 16 Januari silam, mereka langsung berbenah agar dapat mengajukan izin baru.
"Kami memperkecil luas area tambang dari yang semula 800 hektar menjadi 293 hektar. Untuk cadangan air, kami membuat embung dan pekerja dari kawasan sekitar pabrik juga kami perbanyak," ujar Agung di Semarang, Jumat (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, keputusan Pemprov Jawa Tengah menerbitkan izin lingkungan baru untuk pebrik semen Rembang disebut kental nuansa politik. Ganjar dianggap telah melanggar putusan Mahkamah Agung.
Asfinawati, yang berbicara atas nama Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Pegunungan Kendeng, berencana menggugat izin lingkungan baru itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara.
Izin lingkungan baru untuk pabrik semen di Rembang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah pada 23 Februari lalu. Orang nomor satu di dinas itu, Sugeng Riyanto, meneken izin tersebut.
Pada surat bernomor 660.1/0493 itu, Pemprov Jawa Tengah memberikan izin kepada PT Semen Indonesia untuk menambang batu gamping dan tanah liat di area Pegunungan Kendeng.